Jumat, 30 April 2010

Pakai Data Basi, BPS Dikritik Rakyat Miskin

Kamis (29/04/10) "Pelaksanaan sensus 2010 akan dianggap gagal, kalau ternyata BPS tetap mempergunakan 14 kriteria miskin yang sudah lama", tegas Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) , Sarfian Wiresapta, di Lombok Tengah, Kamis (29/4).

“Kalau BPS tetap ngotot menggunakan 14 kriteria itu, maka jumlah orang miskin yang terdata akan sangat sedikit. Padahal, pada kenyataannya, rakyat semakin merasakan kesulitan ekonomi,” lanjutnya saat menyampaikan orasi dalam aksi SRMI di depan kantor BPS Lombok tengah.

Sarfian menjelaskan, kriteria yang dipergunakan BPS sangat minimal dan tidak relevan dengan perkembangan saat ini, sehingga dapat dipastikan gagal memotret kemiskinan di tengah masyarakat.

Dia mencontohkan, BPS menganggap bahwa mereka yang bisa menyicil kendaraan bermotor tidak dikategorikan miskin, padahal sebagian besar warga menyicil kendaraan bermotor justru untuk menambah pemasukan seperti menjadi tukang ojek.

Dia juga menyesalkan pelaksanaan sensus BPS yang bersamaan dengan musim panen, sebab hal tersebut berpotensi mengurangi gambaran jumlah orang miskin. (fbn)

Kamis, 29 April 2010

Andi: Atlet harus Sarjana!

JAKARTA - Ada baiknya prestasi seorang atlet diimbangi dengan kualitas pendidikan yang dimiliki. Setidaknya itulah pernyataan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Mallarangeng, yang berharap semua atlet Indonesia mengantongi gelar sarjana.

Saat ini, kementrian pemuda dan olahraga tengah menggalakkan pengembangan olahraga pendidikan, dengan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) berbagai cabang untuk para siswa SMA. Ya, seorang atlet yang dipupuk sejak usia dini diharapkan mampu berprestasi, namun dengan catatan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang pelajar.

“Seorang atlet memang butuh pembinaan sejak usia dini. Oleh karena itu, adanya pengembangan olahraga pendidikan yang menyatu dengan sekolah mampu menciptakan atlet berprestasi, tanpa harus meninggalkan pelajaran,” ujar Andi, saat meresmikan AQUA-Danone Nations Cup Indonesia 2010 di Jakarta, Kamis (29/4/2010).

Tak dipungkiri, seorang atlet memang dituntut untuk berprestasi di bidangnya. Namun, kualitas pendidikan juga dibutuhkan guna mendukung perilaku mereka, baik saat sedang bertanding maupun di luar arena.

Sah saja jika Menegpora mengharapkan semua atlet Indonesia menyandang gelar sarjana, demi menciptakan atlet berprestasi yang berkualitas. “Harapan saya, atlet nasional semua sarjana, atau paling tidak mempunyai dasar pendidikan minimal setingkat SMA,” imbuhnya.