Kamis (29/04/10) "Pelaksanaan sensus 2010 akan dianggap gagal, kalau ternyata BPS tetap mempergunakan 14 kriteria miskin yang sudah lama", tegas Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) , Sarfian Wiresapta, di Lombok Tengah, Kamis (29/4).
“Kalau BPS tetap ngotot menggunakan 14 kriteria itu, maka jumlah orang miskin yang terdata akan sangat sedikit. Padahal, pada kenyataannya, rakyat semakin merasakan kesulitan ekonomi,” lanjutnya saat menyampaikan orasi dalam aksi SRMI di depan kantor BPS Lombok tengah.
Sarfian menjelaskan, kriteria yang dipergunakan BPS sangat minimal dan tidak relevan dengan perkembangan saat ini, sehingga dapat dipastikan gagal memotret kemiskinan di tengah masyarakat.
Dia mencontohkan, BPS menganggap bahwa mereka yang bisa menyicil kendaraan bermotor tidak dikategorikan miskin, padahal sebagian besar warga menyicil kendaraan bermotor justru untuk menambah pemasukan seperti menjadi tukang ojek.
Dia juga menyesalkan pelaksanaan sensus BPS yang bersamaan dengan musim panen, sebab hal tersebut berpotensi mengurangi gambaran jumlah orang miskin. (fbn)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar